SAMARINDA – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kalimantan Timur mendorong cabang olahraga selam mendapat ruang lebih luas dalam kompetisi olahraga pelajar, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dorongan itu menguat seiring perkembangan prestasi atlet selam Kaltim yang dinilai semakin menjanjikan di level nasional.
Ketua POSSI Kaltim, Sutarno Wijaya mengatakan, kompetisi khusus pelajar dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus membuka ruang bagi atlet muda mengasah kemampuan sejak dini.
“Kita berharap ke depannya cabang olahraga selam juga dapat diperlombakan di ajang Popnas dan Popda, karena potensi atlet selam usia pelajar juga semakin banyak di seluruh daerah,” ujar Sutarno, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, atlet yang masih berada di jenjang SD, SMP, SMA hingga mahasiswa membutuhkan lebih banyak kesempatan bertanding. Kompetisi yang rutin dinilai penting agar perkembangan kemampuan atlet dapat terukur sekaligus membentuk mental bertanding sebelum mereka naik ke level senior.
Sutarno menyebut perkembangan prestasi selam Kaltim perlu diimbangi dengan sistem kompetisi yang berkelanjutan. Salah satu indikatornya terlihat dari capaian kontingen Kaltim yang berhasil menempati posisi ketiga pada Kejuaraan Nasional Bupati Badung Finswimming Open 2026 di Bali.
Dalam kejuaraan tersebut, POSSI Kaltim mengirimkan 23 atlet yang berasal dari kelompok usia pelajar hingga mahasiswa. Kontingen terdiri atas 14 atlet putra dan sembilan atlet putri.
Para atlet tersebut berasal dari lima pengurus cabang. POSSI Samarinda menjadi penyumbang terbanyak dengan 14 atlet, disusul POSSI Kutai Kartanegara empat atlet dan POSSI Paser tiga atlet. Sementara POSSI Kutai Timur serta POSSI Penajam Paser Utara masing-masing mengirimkan satu atlet.
Bagi POSSI Kaltim, kejuaraan nasional juga menjadi ruang untuk mengukur perkembangan atlet sekaligus menambah jam terbang. Keikutsertaan dalam Kejurnas Finswimming di Bali bahkan telah dilakukan secara konsisten sejak 2022.
“Dari tahun 2022 sampai 2026 kami selalu hadir di Kejurnas di Bali,” katanya.
Menurut Sutarno, pengalaman bertanding di level nasional tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar medali. Perbaikan catatan waktu atau best time juga menjadi salah satu ukuran penting dalam melihat perkembangan kemampuan atlet.
Karena itu, ia berharap pembinaan atlet selam tidak hanya bergantung pada kejuaraan nasional. Keberadaan kompetisi berjenjang sejak usia pelajar dinilai dapat memperkuat proses regenerasi sekaligus menjadi jalur untuk menemukan atlet potensial yang nantinya diproyeksikan ke level lebih tinggi.
“Kejurnas ini sebagai bagian dari evaluasi pembinaan atlet POSSI Kaltim dalam rangka persiapan menuju BK PON 2027,” ucapnya.
Menurutnya, atlet pelajar yang saat ini mulai menunjukkan perkembangan merupakan bagian dari investasi jangka panjang olahraga Kaltim. Dengan semakin banyaknya ruang kompetisi, proses pemantauan dan evaluasi atlet dapat dilakukan secara lebih konsisten.
POSSI Kaltim berharap dorongan agar selam masuk dalam Popda dan Popnas dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembinaan olahraga pelajar. Selain membuka peluang prestasi, kompetisi tersebut juga dinilai dapat memperluas regenerasi atlet selam di Kaltim.
“Kita berharap ke depannya cabang olahraga selam juga dapat diperlombakan di ajang Popnas dan Popda,” pungkas Sutarno. (ain)


