Kutai Timur – Menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Muara Wahau dan sekitarnya, PT Karyanusa Ekadaya (KED) dan PT Subur Abadi Plantations (SAP) berkolaborasi dengan aparat dan masyarakat menggelar Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Karhutla di Desa Karya Bhakti, Selasa (21/4).
Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Kegiatan melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, serta kelompok masyarakat peduli api (MPA) sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor di wilayah rawan karhutla.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan antisipasi timbulnya titik api merupakan kunci utama. “Pencegahan adalah kunci. Jangan sampai terjadi kebakaran baru kita bergerak. Semua pihak harus siap, cepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.
Ia berharap melalui Apel Siaga dan simulasi ini, seluruh pihak semakin meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, khususnya pada musim kemarau, dengan memperkuat sinergi lintas sektor dan konsisten menerapkan prinsip zero burning. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit, termasuk PT KED dan PT SAP, atas partisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla.
Komitmen tersebut kemudian diwujudkan dalam rangkaian kegiatan di lapangan, antara lain penandatanganan komitmen larangan pembakaran hutan dan lahan oleh pemerintah, aparat, dan perusahaan.
Simulasi terpadu turut digelar dengan melibatkan personel gabungan dari perusahaan, TNI-Polri, Satpol PP, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), hingga tim medis. Simulasi mencakup deteksi dini, pelaporan, mobilisasi tim, pemadaman, hingga penanganan darurat.
Manajemen PT KED, M. Satria A.C.P., menegaskan komitmen dan kesiapan perusahaan dalam mendukung pencegahan karhutla secara terpadu.
“Melalui kegiatan Apel Siaga dan simulasi ini, perusahaan berkomitmen penuh dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya. Ia menambahkan, perusahaan memastikan seluruh Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kebakaran dan sumber daya dalam kondisi siap siaga serta mendorong kolaborasi lintas pihak untuk menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman karhutla, sekaligus mendukung keberlanjutan operasional.
Senada, Manajemen PT SAP, Sulton Saladin, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat langkah preventif dan kolaborasi lintas pihak.
“Kami menegaskan komitmen untuk berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian hutan melalui langkah preventif dan responsif,” ujarnya. Ia menambahkan, PT SAP siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla guna menciptakan lingkungan yang aman, lestari, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut merupakan bagian dari implementasi prinsip-prinsip terbaik yang dijalankan oleh pemegang saham utama sebagai fondasi dalam membangun sistem pencegahan kebakaran yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia.
Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam mewujudkan target zero fire sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Melalui implementasi Zero Burn Policy dan Sistem Pencegahan Kebakaran Lahan (Fire Prevention System), perusahaan memastikan upaya pencegahan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Implementasi tersebut diperkuat melalui penyediaan sarana dan prasarana, pembentukan dan pelatihan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD), serta mekanisme respons cepat dalam menangani potensi titik api.
Perusahaan juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA), patroli terpadu, serta edukasi pengelolaan lahan tanpa bakar. Pelatihan dan simulasi rutin dilakukan untuk meningkatkan kapasitas personel dalam menghadapi situasi darurat secara cepat dan terkoordinasi.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, Manggala Agni, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perusahaan memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan kapasitas personel berada dalam kondisi optimal.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, PT Karyanusa Ekadaya dan PT Subur Abadi Plantations menegaskan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang menuntut konsistensi dan kesiapsiagaan seluruh pihak, guna memastikan wilayah tetap terlindungi dari risiko kebakaran. (*)



