SAMARINDA– Waktu terus berjalan, lapangan belum rampung. Perbasasi Kaltim (Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia Kalimantan Timur) pun mulai menyiapkan skenario cadangan agar baseball dan softball tetap bisa bertanding di Porprov Kaltim di Paser.
Langkah itu diambil setelah Perbasasi berkoordinasi dengan technical delegate (TD) dan pengurus Perbasasi Paser soal progres pembangunan lapangan. Arahan Tim Wasrah Porprov Kaltim pada Senin (5/10) langsung ditindaklanjuti. Malam harinya, pengurus menggelar rapat internal via Zoom. Selasa (6/10) pagi, mereka turun langsung ke lokasi.
Hasilnya, progres pembangunan baru di kisaran 50 hingga 60 persen. Itu pun hasil pemantauan sementara. Capaian teknis yang lebih rinci masih menunggu data dari kontraktor.
Ketua Umum Perbasasi Kaltim Nindya Listiono menegaskan, pihaknya tetap mengapresiasi upaya Paser. Menurut dia, fasilitas itu bukan sekadar untuk Porprov, tetapi juga untuk memperluas pusat pertumbuhan baseball dan softball di Kaltim.
Namun, kesiapan venue tetap jadi sorotan. Kondisi fiskal dan sejumlah kendala pembangunan membuat penyelesaian lapangan molor.
Perbasasi tak mau gegabah. Keputusan akan diambil setelah koordinasi lanjutan, dengan dua pertimbangan utama, kelayakan teknis dan keselamatan atlet.
Lapangan, kata dia, tidak boleh hanya terlihat jadi. Permukaan infield dan outfield harus mendukung pertandingan.
Aliran bola harus sesuai. Rumput harus tertata. Material tidak boleh menyimpan risiko cedera. Itu juga berlaku untuk graveling.
Materialnya harus halus dengan ukuran mesh yang sesuai, tanpa bagian kasar atau menggumpal yang bisa membahayakan pemain.
Dari pertimbangan itu, Perbasasi menyiapkan tiga opsi, Pertama seluruh pertandingan tetap di Paser, jika lapangan dinyatakan layak dan aman. Kedua, lokasi dibagi. Baseball dimainkan di Lapangan Palaran yang ukurannya sesuai standar internasional, sedangkan softball tetap di Paser jika venue memenuhi syarat.
Opsi terakhir, semua pindah ke Palaran, jika kedua venue di Paser belum memungkinkan. Skema pembagian lokasi bukan barang baru.
Pada Porprov 2018 di Kutai Timur, softball digelar di GOR Segiri Samarinda, sementara baseball dimainkan di Kutai Timur.
Meski begitu, Perbasasi menegaskan opsi pemindahan bukan berarti dukungan untuk Paser berkurang.
Mereka masih berharap pembangunan bisa dikebut agar Paser tetap jadi bagian penting penyelenggaraan.
“Kami tetap akan memberikan dukungan dan mencari cara agar lapangan di Paser bisa selesai dan dimanfaatkan. Tetapi pada akhirnya, keputusan harus mempertimbangkan kelayakan venue dan keselamatan atlet,” ujar Tio sapaan akrabnya.
Dengan hari pelaksanaan yang kian dekat, keputusan venue diharapkan segera ditetapkan. Bagi Perbasasi, kepastian itu menentukan persiapan atlet, perangkat pertandingan, dan seluruh tim agar tidak terus dibayangi ketidakpastian.
Di sisi lain, pembangunan di Paser diharapkan tak berhenti setelah Porprov usai. Lapangan itu diproyeksikan jadi simpul baru pembinaan baseball dan softball Kaltim, sekaligus membuka peluang daerah menjadi tuan rumah kompetisi di masa depan. (*)


