• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Friday, April 17, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
VivaIndonesia.News
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Viva Indonesia
No Result
View All Result
Home Opini

Korupsi Bikin Rugi, Pemerintahan Prabowo Kompak Bersihkan Birokrasi

Oleh: Khaylila Nafisah

by Admin
February 23, 2025
in Opini
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korupsi telah menjadi masalah klasik yang terus menggerogoti berbagai aspek kehidupan di Indonesia. Dampaknya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan dan sistem hukum. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmennya untuk menciptakan tata kelola yang bersih dan transparan, dengan berbagai langkah strategis untuk menutup celah bagi praktik korupsi.

Salah satu langkah nyata yang diambil pemerintah adalah meningkatkan transparansi anggaran dan memberdayakan masyarakat dalam pengawasan kebijakan publik. Plh. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Rommy Iman Sulaiman, menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi bukan hanya tugas pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat menurut pihaknya memiliki pengaruh besar dalam membentuk sikap dan perilaku publik. Melalui berbagai forum, KPK ingin membangun kesadaran kolektif bahwa korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai nilai-nilai moral yang menjadi dasar kehidupan sosial. Ia juga menambahkan bahwa melalui pendekatan berbasis nilai keagamaan dan komunitas, KPK optimistis budaya antikorupsi akan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama menjadi kunci dalam memperkuat integritas bangsa dalam melawan praktik korupsi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Nanang Fatchurochman, turut mengapresiasi inisiatif KPK dalam melibatkan tokoh agama dalam upaya edukasi antikorupsi. Ilmu dan wawasan yang diberikan KPK memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Langkah lain yang diambil pemerintah dalam memberantas korupsi adalah efisiensi anggaran. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menyoroti kebijakan Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa tidak boleh ada program yang duplikasi atau dibuat hanya sebagai cara untuk ‘mengakali’ anggaran.

Menurut Trubus, efisiensi anggaran penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dianggarkan benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat. Selama ini banyak dinas yang mengeluh di media sosial, sementara ada juga pejabat yang tidak memahami manajemen keuangan dan hanya menerima laporan dari bawahannya tanpa mengecek langsung program yang berjalan.

Pihaknya juga menegaskan bahwa siapapun yang menolak kebijakan efisiensi anggaran patut diduga menikmati mark-up dalam sistem birokrasi. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan ketat harus terus dilakukan untuk memastikan anggaran benar-benar digunakan secara efektif dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain pencegahan dalam anggaran, pemerintahan Prabowo-Gibran juga berfokus pada penindakan kasus-kasus korupsi besar yang telah merugikan negara hingga ribuan triliun rupiah.

Pengamat Norma dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho, menegaskan bahwa pemerintah harus berani menindak tegas koruptor, karena jika tidak, akan terjadi persekongkolan yang semakin merugikan negara. Menurutnya, negara maju tidak bakal mengeluarkan uangnya jika ada potongan yang tidak jelas. Karena akan percuma ada support jika ujungnya tetap dikorupsi dan rakyat tetap miskin.

Ia juga menyoroti janji besar Presiden Prabowo untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum di era pemerintahannya. Oleh karena itu, rumor dan indikasi korupsi dalam pengelolaan keuangan negara harus menjadi perhatian utama pemerintah.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, juga menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran harus diimbangi dengan pengawasan ketat agar tidak menjadi celah baru bagi korupsi. Anggaran yang ada benar-benar digunakan sesuai kebutuhan untuk melayani rakyat dan jangan sampai efisiensi hanya sekadar slogan, sementara anggarannya tetap dikorupsi.

Ia juga menyoroti bahwa banyak kasus korupsi terjadi dalam pengadaan barang dan jasa, yang selama ini menjadi lahan empuk bagi oknum tidak bertanggung jawab. Misalnya, pengadaan ATK yang berlebihan, atau studi banding yang sebenarnya tidak terlalu penting, yang bisa dipangkas. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kasus korupsi justru terjadi dalam pengadaan barang seperti ini.

Pemberantasan korupsi juga membutuhkan peran aktif media dalam mengawal kebijakan pemerintah. Ketua PWI Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar, menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.

PWI berkomitmen dalam mendukung gerakan antikorupsi, serta memperkuat integritas dan profesionalisme jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Pers berperan penting dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Media memiliki peran strategis dalam mengungkap kasus korupsi, mengedukasi masyarakat tentang dampak buruknya, serta menekan pemerintah untuk terus melakukan reformasi birokrasi. Dengan adanya kebebasan pers yang bertanggung jawab, diharapkan tidak ada lagi kasus-kasus korupsi yang tersembunyi dari pantauan publik.

Pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan komitmen kuat dalam menutup celah bagi korupsi, baik melalui kebijakan transparansi anggaran, pengawasan ketat, maupun penindakan terhadap kasus besar. Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan media.

Korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai nilai-nilai moral dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu, perjuangan melawan korupsi harus menjadi agenda bersama yang tidak boleh berhenti di tengah jalan.

Dengan pengawasan ketat, reformasi birokrasi yang berkelanjutan, serta keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, diharapkan Indonesia dapat bertransformasi menjadi negara yang lebih bersih, transparan, dan berintegritas.

 

*) Penulis merupakan mahasiswi pegiat anti korupsi

Admin

Admin

Next Post

Strategi Antikorupsi Prabowo: Membangun Pemerintahan Bersih dan Transparan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Evaluasi SOP Perkuat Komitmen Pemerintah dalam Menjamin Keamanan Program MBG

12 months ago

Pemerintah Pastikan Program MBG di Papua Berjalan Lancar

1 year ago

Berita Populer

  • Tak Lagi Bergantung, Koperasi Merah Putih Ubah Nasib Penerima Bansos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Survei Ungkap Tingkat Kepuasan Tinggi terhadap Pemerintahan Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih Didorong untuk Perluas Distribusi Manfaat APBN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Konsisten Benahi MBG, Tindak Tegas Dapur Tak Sesuai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah Strategis Pemerintah Dalam Mewujudkan Swasembada Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

No Result
View All Result

Category

  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Selamat datang di vivaindonesia.news. Portal berita informatif dan santun.

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In