• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Thursday, April 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
VivaIndonesia.News
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Viva Indonesia
No Result
View All Result
Home Nusantara

MBG Tak Hanya Tingkatkan Gizi, Tapi Dorong Pertumbuhan Industri Unggas

by Admin
February 19, 2026
in Nusantara
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya berdampak pada peningkatan asupan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan industri unggas nasional. Kebutuhan protein hewani dalam jumlah besar untuk program tersebut mendorong peningkatan produksi telur dan daging ayam, sekaligus membuka peluang usaha bagi peternak dan pelaku industri pangan di berbagai daerah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan program MBG memerlukan tambahan sedikitnya 1.500 peternak ayam petelur baru pada 2026. Langkah ini diperlukan untuk menjaga ketersediaan telur seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat program yang kini telah mencapai 55,1 juta orang.

“Untuk telur ayam di 2026, kami sudah sampaikan ke Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional agar ada minimal 6 juta ayam petelur baru, atau setara minimal 1.500 peternak baru agar kita bisa memberikan telur dua kali seminggu,” ujar Dadan.

Ia menjelaskan, lonjakan jumlah penerima manfaat membuat kebutuhan rantai pasok pangan meningkat secara signifikan. Setiap hari, program MBG membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar, mulai dari beras, sayur, daging ayam, telur, hingga susu.

Menurut Dadan, satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan sekitar 3.000 butir telur, 350 ekor ayam, 350 kilogram sayur, dan 450 liter susu dalam satu kali proses memasak. Kebutuhan tersebut menciptakan permintaan besar yang berdampak langsung pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Ia menambahkan, aktivitas ekonomi lokal juga ikut bergerak. Saat ini, sekitar 700 ribu hingga 890 ribu orang telah terlibat langsung bekerja di dapur-dapur program MBG di seluruh Indonesia. Selain itu, setiap SPPG melibatkan sedikitnya 15 pemasok bahan pangan yang masing-masing memberdayakan 2 hingga 15 pekerja.

“Produksi para petani, peternak, dan nelayan bisa diserap oleh setiap SPPG, sehingga gairah untuk meningkatkan produktivitas wilayah sekarang sudah mulai meningkat,” kata Dadan.

Dukungan terhadap rantai pasok protein hewani juga dilakukan melalui penguatan industri perunggasan terintegrasi. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD, Ghimoyo, mengatakan anak usaha perseroan, PT Berdikari, telah meresmikan Fasilitas Hilirisasi Poultry Terintegrasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare itu dirancang untuk memperkuat sektor pangan nasional sekaligus mendukung kebutuhan protein dalam program MBG.

“Melalui pembangunan fasilitas ini diharapkan BUMN dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan protein nasional, khususnya untuk mendukung program strategis MBG sebagai investasi besar bangsa dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul,” ujar Ghimoyo.

Selain di Malang, ID Food juga melakukan peletakan batu pertama di lima lokasi lainnya, yakni Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Bone, Paser, dan Sumbawa. Enam fasilitas tersebut merupakan bagian dari rencana besar pembangunan 30 fasilitas hilirisasi peternakan unggas di seluruh Indonesia.

Ghimoyo menargetkan 30 fasilitas itu mampu meningkatkan produksi hingga 1,5 juta ton daging ayam dan satu juta ton telur. Program ini diperkirakan menciptakan 1,46 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun secara bruto.

Dengan sinergi antara program gizi nasional dan penguatan industri perunggasan, pemerintah tidak hanya memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan. Program MBG pun dinilai menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor peternakan sekaligus investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Admin

Admin

Next Post

Apresiasi dan Dukungan Menguat, Swasembada Pangan Multi Komoditas Masuki Babak Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kejaksaan Tinggi Kaltim Beri Penerangan di Tanjung Redeb

Kejaksaan Tinggi Kaltim Beri Penerangan di Tanjung Redeb

10 months ago

Pemerintah Miliki Grand Design Pembangunan Ekonomi Kreatif

1 year ago

Berita Populer

  • Kasus Air Keras Diusut, Semua Pihak Diminta Hormati Proses Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kelas Internasional Sekolah Garuda Perluas Akses Pendidikan Bermutu Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Papua Sah dan Final dalam NKRI, Pembangunan Berkelanjutan Perkuat Kesejahteraan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Energi Dunia Naik, Pemerintah Pastikan BBM Tetap Terkendali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Scaling Up Koperasi Merah Putih, Target 80 Ribu Unit Perkuat Ekonomi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

No Result
View All Result

Category

  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Selamat datang di vivaindonesia.news. Portal berita informatif dan santun.

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In