• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Sunday, July 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
VivaIndonesia.News
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Viva Indonesia
No Result
View All Result
Home Daerah

IPPRISIA Kaltim Edukasi Lansia Jaga Kesehatan Mental

by Viva Indonesia
July 22, 2026
in Daerah
0
IPPRISIA Kaltim Edukasi Lansia Jaga Kesehatan Mental
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Kesehatan mental menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan kualitas hidup lansia. Berangkat dari kepedulian tersebut, DPD Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur memberikan edukasi kepada peserta Sekolah Lansia di Day Care Lansia Husnul Khotimah, Majelis Kesejahteraan Sosial DPW ’Aisyiyah Kalimantan Timur, Rabu (22/7/2026).

Materi bertajuk “Menjadi Lansia dengan Hati Riang, Bahagia, dan Sehat Mental” disampaikan oleh praktisi hipnoterapi klinis Endro S. Efendi, M.Sos., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPD IPPRISIA Kalimantan Timur. Dalam kesempatan tersebut, Endro hadir mewakili Ketua DPD IPPRISIA Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum. Kegiatan dipandu oleh Mira Farenola Hasril sebagai moderator.

Kegiatan turut dihadiri Erminawati, M.Pd. dan Kalia selaku pengurus Day Care Lansia Husnul Khotimah, bersama puluhan peserta Sekolah Lansia yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Dalam pemaparannya, Endro menyampaikan bahwa menjadi lansia bukan sekadar tentang bertambahnya usia, tetapi bagaimana seseorang mampu menikmati setiap fase kehidupan dengan hati yang tenang, pikiran yang sehat, dan hubungan yang harmonis dengan keluarga.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ketika hati dipenuhi rasa syukur dan pikiran tetap positif, seseorang akan lebih mudah menikmati hidup, meski usia terus bertambah,” ujarnya.

Menurut Endro, salah satu persoalan yang kerap tersimpan di usia lanjut adalah endapan emosi yang belum terselesaikan dalam hubungan keluarga. Karena itu, ia mengajak para peserta untuk berani berdamai dengan masa lalu, termasuk tidak ragu meminta maaf kepada anak apabila pernah melakukan kesalahan.

“Meminta maaf kepada anak bukan berarti orang tua kehilangan wibawa. Justru itu adalah bentuk kebesaran hati yang dapat menyembuhkan luka batin, memperbaiki hubungan dalam keluarga, sekaligus memutus mata rantai luka emosional yang bisa diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” katanya.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mempraktikkan teknik sederhana untuk melepaskan energi negatif sebagai cara membantu melepaskan beban emosi yang selama ini dipendam. Teknik tersebut diharapkan dapat membantu para lansia menjalani kehidupan dengan hati yang lebih lapang, tenang, dan bahagia.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Waktu penyampaian materi yang semula dijadwalkan selama satu jam ternyata tidak mencukupi karena banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta. Sesi diskusi pun berlangsung melebihi jadwal agar seluruh pertanyaan dapat terjawab.

Bahkan setelah acara resmi ditutup, sejumlah lansia masih mendatangi narasumber untuk berkonsultasi secara langsung mengenai persoalan yang mereka alami. Salah seorang peserta berharap materi serupa dapat kembali diberikan karena dinilai sangat bermanfaat dan memberikan perspektif baru dalam menjalani kehidupan di usia senja.

Secara terpisah, Ketua Day Care Lansia Husnul Khotimah, Dr. Hj. Nunung Herlina, S.Kep., M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada DPD IPPRISIA Kalimantan Timur atas terselenggaranya edukasi tersebut. Menurutnya, kesehatan mental merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru bagi para peserta Sekolah Lansia. Materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan diharapkan dapat membantu para lansia menjalani masa tua dengan lebih bahagia, sehat secara mental, serta memiliki hubungan keluarga yang semakin harmonis. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujar Nunung.

Melalui kegiatan tersebut, DPD IPPRISIA Kalimantan Timur berharap edukasi mengenai kesehatan mental bagi lansia dapat terus diperluas. Dengan kesehatan mental yang terjaga, emosi yang terkelola, serta hubungan keluarga yang harmonis, para lansia diharapkan dapat menikmati masa tua dengan lebih sehat, bermartabat, dan penuh kebahagiaan. (esf)

Viva Indonesia

Viva Indonesia

Next Post

Capaian PDB Kuartal I Tumbuh 5,61 Persen, Pemerintah Tegaskan Stabilitas Ekonomi RI Terjaga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Demonstrasi Mahasiswa Harus Konstruktif, Jangan Mudah Terprovokasi

7 days ago

Lawatan Presiden Prabowo ke Timur Tengah Hasilkan Berbagai Kerja Sama Strategis

1 year ago

Berita Populer

  • Aparat Tegaskan Komitmen Menindak OPM Pelaku Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apotek Desa Hadir Lewat Koperasi Merah Putih, Akses Obat Terjangkau Makin Nyata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah dan KPK Perkuat Sistem Pencegahan Korupsi Kepala Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

No Result
View All Result

Category

  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Selamat datang di vivaindonesia.news. Portal berita informatif dan santun.

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In