• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Friday, August 7, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
VivaIndonesia.News
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Viva Indonesia
No Result
View All Result
Home Nusantara

Kabinet Bayangan Dinilai Bermasalah, Tak Punya Basis Konstituen Jelas

by Admin
August 6, 2026
in Nusantara
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Wacana pembentukan kabinet bayangan (Shadow Cabinet) di Indonesia dinilai belum memiliki landasan politik maupun konstitusional yang kuat. Sejumlah pengamat menilai konsep tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat karena tidak didukung oleh mekanisme ketatanegaraan maupun basis konstituen yang jelas sebagaimana diterapkan di negara-negara yang menganut sistem parlementer. Dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia, fungsi pengawasan terhadap pemerintah telah dijalankan oleh lembaga legislatif sesuai dengan ketentuan konstitusi.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan bahwa kabinet bayangan pada dasarnya berkembang di negara yang menggunakan sistem parlementer, di mana oposisi memiliki posisi resmi sebagai alternatif pemerintahan. Menurutnya, penerapan konsep tersebut di Indonesia perlu dicermati karena sistem politik nasional tidak mengenal pengaturan mengenai kabinet bayangan sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan.

“Indonesia menganut sistem presidensial sehingga mekanisme checks and balances telah diatur melalui lembaga-lembaga negara yang memiliki kewenangan konstitusional. Karena itu, konsep kabinet bayangan tidak memiliki kedudukan formal dalam sistem ketatanegaraan kita,” ujar Ujang.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai keberadaan kabinet bayangan berpotensi menimbulkan persepsi adanya struktur pemerintahan tandingan apabila tidak dipahami secara proporsional oleh masyarakat. Menurutnya, penguatan fungsi kritik terhadap pemerintah lebih tepat dilakukan melalui partai politik, parlemen, maupun organisasi masyarakat sipil yang memiliki legitimasi dan ruang konstitusional yang jelas.

“Demokrasi membutuhkan kritik yang konstruktif, tetapi kritik tersebut sebaiknya tetap disalurkan melalui mekanisme yang telah diatur dalam sistem politik nasional agar tidak menimbulkan kebingungan di ruang publik. Yang lebih penting adalah menghadirkan gagasan alternatif dan pengawasan yang berkualitas demi kepentingan masyarakat,” kata Agung.

Para pengamat menilai bahwa penguatan demokrasi di Indonesia tidak ditentukan oleh keberadaan kabinet bayangan, melainkan oleh efektivitas mekanisme pengawasan yang telah diatur dalam konstitusi. Kritik terhadap pemerintah tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi, namun penyampaiannya dinilai perlu dilakukan melalui saluran yang memiliki legitimasi politik dan hukum agar mampu menghasilkan masukan yang konstruktif bagi penyelenggaraan pemerintahan.

Dengan sistem presidensial yang dianut Indonesia, optimalisasi peran parlemen, partai politik, akademisi, dan masyarakat sipil dinilai lebih relevan dalam menciptakan keseimbangan antara pemerintah dan publik. Melalui pengawasan yang berkualitas, penyampaian gagasan alternatif, serta komitmen menjaga stabilitas politik, demokrasi Indonesia diharapkan semakin matang tanpa harus mengadopsi konsep-konsep yang belum memiliki landasan dalam sistem ketatanegaraan nasional.

Admin

Admin

Next Post

Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional Hadapi Perang Algoritma AI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Sekolah Rakyat Dorong Siswa Percaya Diri Kembangkan Potensi

2 weeks ago

Kuota KPR Subsidi 2025 Ditambah, Akses Hunian Semakin Terjangkau

1 year ago

Berita Populer

  • Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional Hadapi Perang Algoritma AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • May Day 2025: Momentum Positif untuk Perjuangan Hak-Hak Buruh dalam Suasana Damai dan Tertib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Naik Jadi Rp 274,7 Triliun, Pemerintah Pertegas Komitmen Sejahterakan Guru dan Dosen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Tahun Jalan Alternatif Longsor Santan Ulu Tak Kunjung Terbangun, Aliran Dana Bantuan Rp420 Juta Diselidiki Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih Diperkuat sebagai Infrastruktur Distribusi Pangan Desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

No Result
View All Result

Category

  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Selamat datang di vivaindonesia.news. Portal berita informatif dan santun.

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In