PASER – PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS) menyalurkan 43.750 bibit ikan bandeng dan 21 kilogram pakan ikan kepada tujuh anggota Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Desa Lori, Kabupaten Paser, sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Desa Lori. Setiap anggota KTPA menerima 6.250 bibit ikan bandeng dan 3 kilogram pakan ikan untuk mendukung usaha tambak yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat pesisir.
Selain bantuan ekonomi, kegiatan tersebut juga disertai pelatihan penanggulangan kebakaran guna meningkatkan kapasitas anggota KTPA dalam menjaga wilayah dari ancaman karhutla.
Kepala Desa Lori, Sudarmono, mengatakan bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat yang selama ini mengandalkan usaha tambak sebagai sumber penghidupan.
“Terima kasih kepada PT BIM-PPS. Bantuan ini sangat meringankan anggota yang memiliki tambak karena ikan bandeng dan udang merupakan komoditas penghasilan terbesar masyarakat Desa Lori,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Sudarmono berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut, termasuk dalam mendukung pengembangan bibit ikan bandeng di Desa Lori. Menurutnya, selama ini kebutuhan bibit masih harus didatangkan dari luar daerah.
“Kami masih cukup kesulitan mendapatkan bibit ikan bandeng karena harus dibeli dari luar daerah. Semoga ke depan kami bisa belajar mengembangkan bibit sendiri dan PT BIM-PPS dapat terus memberikan dukungan agar komoditas bandeng di desa kami terus berkembang,” katanya.
Manajemen PT BIM-PPS melalui Joko Widodo menjelaskan program bantuan dirancang sesuai dengan karakteristik Desa Lori sebagai kawasan pesisir, di mana sebagian besar anggota KTPA memiliki tambak untuk budidaya ikan dan udang.
“Bantuan ekonomi yang kami berikan disesuaikan dengan kebutuhan anggota KTPA Desa Lori. Sebagai desa pesisir, sebagian besar anggota memiliki tambak untuk budidaya ikan maupun udang. Kami berharap bantuan ini dapat mendukung peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat semangat anggota KTPA dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran,” ujarnya.
Asisten Sustainability PT BIM-PPS, Anggy Setiawan, menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya berkolaborasi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.
“Bantuan ini menjadi penyemangat bagi anggota KTPA agar terus aktif menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari usaha tambak yang mereka kelola. Bantuan ini sepenuhnya kami serahkan untuk dikelola oleh penerima manfaat sehingga hasilnya dapat dinikmati secara langsung,” katanya.
Sementara itu, salah seorang anggota KTPA Desa Lori, Barake, mengaku bantuan bibit ikan bandeng sangat membantu karena selama ini pasokan bibit harus didatangkan dari Surabaya.
“Kami cukup kesulitan dalam pengadaan bibit ikan bandeng karena harus didatangkan langsung dari Surabaya. Ikan bandeng hanya bisa dikelola dalam satu siklus enam bulan karena tidak bisa berkembang biak lagi. Kami hanya bisa menebar bibit, kemudian enam bulan ke depan baru dipanen,” ungkapnya.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen PT BIM-PPS dalam membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi dan peningkatan kapasitas pencegahan karhutla guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan.*


