• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Friday, June 19, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
VivaIndonesia.News
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Viva Indonesia
No Result
View All Result
Home Nusantara

Investasi Strategis Danantara Perkuat Pondasi Fiskal Nasional

by Admin
November 7, 2025
in Nusantara
0
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, menegaskan bahwa pemerintah menargetkan investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional melalui optimalisasi peran Danantara, badan holding investasi yang akan menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Dari sisi Capex BUMN setidaknya berkontribusi sekitar 5%–6% (terhadap PDB) tiap tahunnya. Tahun 2025, estimasi Capex BUMN mencapai Rp 380 triliun, sementara Capex dari APBN sekitar Rp 490 triliun,” ujar Febrio di Jakarta.

Ia menjelaskan, selama ini investasi di Indonesia masih didominasi oleh sektor swasta yang menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional.

Namun, pemerintah kini ingin memperkuat kontribusi BUMN terhadap investasi nasional, terutama melalui Danantara, yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo sebagai lembaga pengelola investasi strategis negara.

“Danantara akan memainkan peran besar dalam mendorong investasi strategis. Target Capex BUMN dalam konsolidasi Danantara bahkan dinaikkan dua kali lipat pada 2026 agar bisa menjadi driver pertumbuhan ekonomi yang kuat,” jelas Febrio.

Pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan Danantara berjalan efektif dan menjadi katalis investasi yang berorientasi nilai tambah tinggi (high value investment).

Beberapa sektor prioritas investasi yang akan difokuskan antara lain hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, manufaktur bernilai tambah tinggi, dan ekonomi digital.

Selain mendorong investasi produktif, pemerintah juga menyiapkan dana sekitar Rp 200 triliun di sektor perbankan—terutama di Himbara dan BSI—untuk memperkuat pembiayaan investasi nasional.

Ini menjadi bentuk dukungan fiskal yang strategis agar Danantara memiliki ruang fiskal yang kuat untuk mendukung ekspansi investasi jangka panjang.

Febrio menegaskan, meski peran BUMN dan Danantara akan diperkuat, porsi investasi swasta tetap menjadi komponen terbesar dalam struktur perekonomian nasional.

“Yang berbeda di era Presiden Prabowo, beliau ingin melihat BUMN kita jauh lebih optimal. Tapi pada akhirnya, investasi swasta tetap akan menjadi dominan,” tuturnya.

Ia optimistis bahwa sinergi antara pemerintah, BUMN, Danantara, dan sektor swasta akan menciptakan iklim investasi yang kondusif dan fiskal yang tangguh.

Ia menambahkan, semakin tingginya nilai tambah dari investasi akan menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat produktivitas bonus demografi, serta menjaga kesinambungan fiskal jangka panjang.

“Dengan investasi yang tepat sasaran dan fiskal yang kuat, pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih berkualitas dan inklusif,” pungkas Febrio.

[w.R]

Admin

Admin

Next Post

Berantas Judi Daring dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Susun Strategi Nasional Perlindungan Ruang Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Selama Mudik Lebaran 2026

4 months ago

Rutan Samarinda Gelar Peringatan Isra Mi’raj 1446 H

1 year ago

Berita Populer

  • Waspada Provokasi, Pemerintah Pastikan Perbaikan Ekonomi Tetap Berjalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Refocusing APBN 2027 Perkuat Subsidi dan Program Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Jaga Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi Tetap Berlaku Sesuai Golongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPA PDigelar di Fakultas Hukum UGMERADI 2025 Wilayah Yogyakarta 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

No Result
View All Result

Category

  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Selamat datang di vivaindonesia.news. Portal berita informatif dan santun.

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In