• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Friday, April 17, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
VivaIndonesia.News
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Viva Indonesia
No Result
View All Result
Home Opini

Kelompok Pengusaha Dukung Program MBG Perkuat Ekonomi Nasional

Oleh : Gavin Asadit )*

by Admin
January 23, 2025
in Opini
0
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pada Januari 2025 mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk kalangan pengusaha di Indonesia. Mereka meyakini bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat perekonomian nasional melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pemanfaatan hasil produksi pangan lokal.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Yukki Nugrahawan Hanafi, menyatakan bahwa dengan alokasi anggaran Rp71 triliun, program MBG merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi domestik. Menurutnya, program ini memiliki potensi besar untuk menyerap ribuan UMKM ke dalam ekosistemnya, sehingga mampu mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing mereka di pasar.

Pihaknya juga menilai bahwa program ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan lapangan kerja, terutama karena melibatkan rantai pasok yang panjang mulai dari sektor pertanian, pengolahan, hingga distribusi. Hal ini akan menciptakan banyak peluang kerja baru yang dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa program MBG harus memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha lokal di sekitar sekolah, UMKM, hingga koperasi. Pihaknya menyatakan bahwa MBG harus menjadi ekosistem penggerak perekonomian masyarakat, sehingga para siswa akan terpenuhi dari sisi gizi, sementara masyarakat sekitar juga akan berdaya lewat pertumbuhan ekonomi.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menambahkan bahwa program ini menargetkan sebanyak 82,9 juta penerima, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan bahan baku dalam jumlah besar seperti beras, telur, ayam, sayuran, dan susu dari petani dan peternak di pedesaan. Pengadaan bahan baku ini diproyeksikan memicu peredaran uang besar di masyarakat pedesaan, meningkatkan likuiditas desa, dan memberdayakan perekonomian pedesaan secara langsung.

Pengusaha besar yang ingin terlibat dalam program MBG diimbau untuk menggandeng koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini bertujuan agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Dengan melibatkan UMKM dan koperasi, diharapkan akan tercipta lapangan kerja baru serta mendorong perekonomian desa dan wilayah setempat.

 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga siap menyukseskan program MBG, mengingat dampaknya yang positif dari sisi peningkatan protein maupun ekonomi. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistiyo, menyatakan bahwa Indonesia memiliki modal penting untuk lepas dari persoalan gizi sekaligus swasembada protein dan terus berkomitmen bersama agar ikan bisa menjadi sumber protein utama masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua BAKN DPR RI, Herman Khaeron menyebut program MBG tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat, melainkan juga menjadi pembangkit ekonomi baru di daerah. Menurutnya, dengan asupan gizi dan nutrisi yang terpenuhi, program ini dapat mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menjadi sumber daya unggul menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu, program ini juga akan meningkatkan perekonomian daerah karena melibatkan warga lokal dan bahan baku lokal dalam penyediaan makanan bergizi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Meskipun program MBG menelan dana yang signifikan, dengan estimasi mencapai Rp420 triliun per tahun, pemerintah optimis bahwa investasi ini akan memberikan hasil yang nyata dan positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa tambahan anggaran diperlukan agar program ini dapat berjalan hingga akhir tahun, dan pengeluaran dana sebesar itu disebut bakal konsisten terjadi setiap tahun.

Dari sudut pandang dunia usaha, keberhasilan program MBG tidak hanya dilihat dari dampak ekonominya dalam jangka pendek, tetapi juga manfaat jangka panjang dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan pemenuhan gizi yang lebih baik, sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Program MBG diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mempersiapkan generasi unggul untuk masa depan Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, UMKM, koperasi, dan masyarakat menjadi kunci suksesnya program ini dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

Lebih lanjut, dukungan dari dunia usaha terus mengalir sebagai bentuk kepercayaan terhadap visi besar program MBG. Para pengusaha percaya bahwa melalui pemberdayaan UMKM dan peningkatan kualitas gizi, Indonesia dapat mempersiapkan generasi unggul yang sehat, produktif, dan siap bersaing secara global. Dengan populasi yang memiliki potensi besar, langkah ini dinilai strategis untuk menghadapi tantangan ekonomi di era modern.

Program MBG juga menunjukkan bahwa pembangunan manusia yang berkelanjutan membutuhkan sinergi berbagai pihak. Investasi besar yang dilakukan pemerintah bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi sebagai landasan kuat menuju Indonesia Emas 2045. Generasi yang sehat dan berkualitas adalah aset terpenting untuk menciptakan inovasi, memperkuat daya saing nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

 

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Admin

Admin

Next Post

Makan Bergizi Gratis Bangkitkan Perekonomian Daerah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Skema Padat Karya dan Rehabilitasi Sawah Dipercepat untuk Pulihkan Penghidupan Pascabencana

3 months ago

Pemerintah Optimis Program MBG Mampu Diakses 82,9 Juta Anak dan Ibu Hamil

1 year ago

Berita Populer

  • Tak Lagi Bergantung, Koperasi Merah Putih Ubah Nasib Penerima Bansos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Konsisten Benahi MBG, Tindak Tegas Dapur Tak Sesuai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Survei Ungkap Tingkat Kepuasan Tinggi terhadap Pemerintahan Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Desak Evaluasi Dapur MBG, Maruli: Jangan Perlakukan Pekerja Seperti Tak Punya Hak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026 Dibuka, Siap Cetak SDM Unggul

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

No Result
View All Result

Category

  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Selamat datang di vivaindonesia.news. Portal berita informatif dan santun.

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In