• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Sunday, October 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
VivaIndonesia.News
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Viva Indonesia
No Result
View All Result
Home Nusantara

Tak Cerminkan Realitas, Masyarakat Wajib Menolak Narasi ‘Indonesia Gelap’

by Admin
April 25, 2025
in Nusantara
0
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, secara tegas menolak narasi “Indonesia Gelap” yang belakangan ramai disuarakan dalam sejumlah aksi unjuk rasa.

Dalam pidatonya pada acara Halal Bihalal dan pengumuman struktur kepengurusan baru PAN di Kantor DPP PAN, beberapa waktu yang lalu, Ia menyampaikan keyakinannya bahwa kondisi bangsa Indonesia tidak gelap’

“Indonesia hari ini, esok, akan terang seperti matahari di siang hari,” ujar Zulkifli Hasan dalam sambutannya.

Ia mengakui bahwa masih ada pihak-pihak yang pesimistis terhadap arah perjalanan bangsa. Namun, Zulkifli menilai respons terbaik terhadap kritik semacam itu bukanlah dengan retorika kosong, melainkan melalui kerja keras dan bukti nyata.

“Boleh saja sebagian mengatakan Indonesia gelap, tapi kita akan jawab dengan kerja-kerja nyata, dengan bukti-bukti nyata. Indonesia hari ini dan esok terang seperti matahari,” tegasnya.

Senada, pengamat intelijen Amir Hamzah juga mengkritisi penyebaran narasi “Indonesia Gelap” yang menurutnya bukan lahir secara organik dari masyarakat. Ia mencurigai adanya skenario politik di balik tema demonstrasi yang berlangsung serentak di berbagai kota.

“Demo yang terjadi di banyak kota dengan tema yang sama dalam waktu berdekatan menunjukkan adanya perencanaan. Ini bukan sekadar spontanitas dari masyarakat, melainkan ada aktor-aktor tertentu yang menggerakkan,” ujar Amir.

Ia menambahkan, isu ini sengaja digulirkan untuk merusak citra Presiden Prabowo dan membuka peluang bagi aktor politik lain. Menurutnya, framing ini berusaha menampilkan Prabowo sebagai pemimpin yang otoriter dan anti-kritik.

“Ada upaya untuk membentuk opini bahwa Prabowo adalah pemimpin otoriter, yang anti-kritik. Padahal, ini lebih kepada framing politik yang dimainkan oleh pihak tertentu,” pungkasnya.

*

[edRW]

Admin

Admin

Next Post

Sritex Diambil Alih Investor Baru, 10.000 Pekerja Siap Bergabung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Warga Podomoro Deli Medan Demo, Tuntut Masalah Sertifikat hingga Kenaikan IPL

Warga Podomoro Deli Medan Demo, Tuntut Masalah Sertifikat hingga Kenaikan IPL

7 months ago

Pemerintah Pastikan Layanan Haji 2025 Semakin Maksimal

1 year ago

Berita Populer

  • Pemadaman Karhutla Diintensifkan, Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Survei Catat Kepuasan terhadap Prabowo Capai 65,2 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Stok BBM Nasional Aman, Pemerintah Pastikan Cadangan di Atas Standar Minimum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil Berkat Investasi dan Hilirisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KONI Apresiasi Kepemimpinan Herindra, Kepengurusan Baru PB ESI Perkuat Prestasi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

No Result
View All Result

Category

  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Selamat datang di vivaindonesia.news. Portal berita informatif dan santun.

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Nusantara
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In